Metallica Fans Mania Boleh Menginap di Area Konser

Metallica Fals Mania, Metallica Fans Mania Boleh Menginap di Area Konser. Kabar bagus buat para fans berat Metallica dimana beritanya seperti dilansir dari fajar.co.id Konser Metallica di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, dihelat Minggu, 25 Agustus. Penyelenggara tidak melarang para fans menginap di sekitar stadion.

Penyelenggara justru akan mendukung fans berat Metallica yang menginap di sekitar stadion dengan menyiapkan minuman. "Kita tidak bisa melarang mereka untuk menginap. Mungkin kita akan bantu air minum," kata CEO Blackrock Entertainment, Khrisna Raditya, di Rolling Stone Cafe, Jakarta, Minggu 18 Agustus malam.

Khrisna mengatakan, tingginya antusias penggemar Indonesia ingin menyaksikan aksi Metallica kadang rela melakukan apa saja. "Banyak juga yang kemah, bukan berarti yang kemah itu tidak punya uang. Mereka itu ingin menonton di depan," ujarnya.

Jika konser Metallica di Jakarta ini terwujud, akan jadi lawatan bersejarah kedua kalinya band cadas asal Amerika Serikat itu menyambangi Indonesia.

Sebelumnya, Metallica tampil di depan penggemar Indonesia selama dua hari, yakni 10-11 April 1993. Walaupun konser hari pertama terjadi kerusuhan, akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi minat James Hetzfield, Kirk Hammet, Robert Trujillo, dan Lars Ulrich untuk konser kembali di Indonesia.

Amankah konser nanti? Krishna menjamin aman. "Team advance Metallica telah datang ke Indonesia untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik. Kenyamanan dan keamanan penonton menjadi nomor satu bagi Metallica," jelas Krishna.

Diperkirakan, sebanyak 50.000 pasang mata akan menjadi saksi kemegahan konser ini. Demi keamanan konser, konser ini akan dijaga ketat oleh ribuan personel dari kepolisian.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yakin konser Metallica akan berjalan aman. "Masyarakat kita, masyarakat Indonesia yang sopan santun. Semuanya ingin melihat, mendengarkan, dan mengapresiasi pertunjukan tersebut. Saya yakin tidak seperti tahun 93," kata Jokowi.